[KEMAKOM Tech] Wireless Charging

wirelesscharge

Daya nirkabel atau resonansi magnet (wireless charging) adalah dimana transfer daya secara aman antara dua benda melalui kumparan logam. Teknologi resonansi magnet ini memberikan posisi yang fleksibel, dengan melalui sebagian permukaan meja, beberapa perangkat dapat mengisi daya secara bersamaan.

 

Pada dasarnya, pengisian nirkabel menggunakan kawat yang melingkar sekitar bar magnet yang dikenal sebagai induktor. Ketika arus listrik melewati kawat melingkar, menciptakan sebuah medan elektromagnetik di sekitar magnet, yang kemudian dapat digunakan untuk mentransfer tegangan, atau daya untuk sesuatu di dekatnya.

 

Teknologi ini datang dari perusahaan Intel, yaitu teknologi dimana kita dapat melakukan pengisian baterai tanpa harus menghubungkannya ke sumber arus listrik. Intel ingin membuat “Charger Wireless” seperti saat kita sedang mencari sinyal wifi di cafe, restoran, dan tempat umum lainnya. Pada tahun 2015 Intel telah menampilkan beberapa jenis laptop yang sudah bisa melakukan pengisian ulang tanpa menggunakan kabel. Intel membalut teknologi “Charger Wireless” ini dengan “Resonansi Magnet”. dan telah dipromosikan oleh beberapa aliansi. Sudah ada beberapa tempat yang menerapkan teknologi seperti ini, namun pada umumnya teknologi ini belum menyebar secara luas.

 

futurewc

Wireless Charging masa depan

Dulu sempat muncul pemikiran iseng tentang kemungkinan wireless power alias mengisi ulang baterai tanpa menggunakan kabel. Sebuah pemikiran yang waktu itu dianggap mustahil,
mana mungkin mengisi ulang sebuah baterai dengan energi listrik tanpa bantuan kabel?
Namun, kini ide wireless power sudah menjelma menjadi kenyataan. Pada 28 Oktober 2002 lalu,
Splashpower Ltd yang berlokasi di Cambridge, Inggris, mampu membuat peranti wireless power. Listrik bisa dihantarkan tanpa media sejauh dua meter. Prinsip kerjanya sama dengan bagaimana penyanyi opera dapat meretakkan gelas dari jarak jauh. Teknologi inovatif keluaran Splashpower ini merupakan sebuah solusi bagi kita yang ingin memperoleh sisi kepraktisan di saat mengisi ulang baterai. Sisi praktisnya, tidak perlu kabel saat mengisi ulang. Baterai cukup diletakkan saja pada peranti tersebut. Solusi dari Splashpower ini memiliki dua bagian penting, yakni SplashModule, berupa sebuah modul penerima (receiver) yang dapat dikustomisasi ke beberapa ukuran, bentuk, atau lekukan dari peranti. Kehadirannya tidak tampak berpengaruh pada penampilan produk. Dirancang untuk digunakan pada PDA, handphone, personal music player, dan konsol game. Sedangkan bagian lainnya yaitu SplashPad, yaitu lapisan tipis sekira 6 mm, merupakan bantalan dari universal wireless charging yang dicolokkan ke stop kontak listrik dan dapat ditempatkan dalam beberapa permukaan tanpa menimbulkan efek kejut listrik atau discharge.

 

Saat ini wireless charging sudah banyak dikenal, terutama untuk mengisi smartphone atau smartwatches. Harga dari wireless charging ini kisaran 100-500 ribu rupiah, tergantung merek smartphone. selain itu pengisi daya wireless ini akan dibuat tidak hanya untuk elektronik seperti gadget, melainkan untuk blender, vakum cleaner, atau bahkan mobil listrik. (TT)

Leave a Reply

%d bloggers like this: