[KEMAKOM Tech] ChainFORM

Bagi yang pernah menyaksikan film Big Hero 6 ,tentunya sudah mengetahui teknologi mikrobot, di film animasi tersebut tengah ditampilkan teknologi mikrobot yang berukuran kecil yang dapat tersambung satu dengan lainnya dan membentuk robot dengan fungsi tertentu,dan tahukah Anda bahwa tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengerjakan proyek serupa.Robot yang sedang dikembangkan tim MIT tersebut bernama ChainFORM.

Sesuai namanya, robot itu berukuran kecil dan bisa dibongkar pasang alias modular. Mereka bisa tersambung satu sama lain untuk selanjutnya membentuk robot yang bisa dikendalikan guna mengerjakan fungsi tertentu.

 

Sebuah robot yang dibuat oleh MIT Media LAbs bernama ChainFORM memiliki desain yang menarik. Robot ini memang memiliki ukuran yang kecil. Namun, keunikan dari robot ini terletak pada desain bongkar pasang alias modular dan menggunakan modul-modul robot berukuran kecil yang bisa tersambung satu sama lain untuk selanjutnya membentuk robot dengan fungsi tertentu.

Masing-masing modul tersebut dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi sentuhan pada berbagai bagian tubuhnya. Selain itu, modul ini juga dilengkapi dengan deteksi angular, cahaya, serta motor aktuator berupa sebuah motor servo. Keberadaan modul-modul robot yang berukuran kecil ini, maka MIT pun bisa membentuk robot dengan dalam beragam variasi serta fungsi yang berbeda-beda.

Fungsi tersebut antara lain , jam digital, kompas, game joystick, bahkan aksesori gelang, dan hal lain yang berfungsi tentunya.

 

chain3

chain2

 

Menurut Popular Mechanics (9/12), ChainFORM merupakan serangkaian blok yang saling berhubungan, setiap blok dilengkapi dengan motor servo dan kemampuan mendeteksi sentuhan pada berbagai bagian tubuhnya.

Setiap modul robot, seperti dikutip dari Slashgear, memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain. Termasuk di antaranya adalah berkomunikasi mengenai bagaimana desain robot yang akan dibentuk serta jumlah modul yang digunakan. Komunikasi ini dilakukan dengan menggunakan input ataupun output secara real time. Dengan begitu, modul ini akan bisa beradaptasi dengan kondisi yang tengah dihadapinya.
chain1
Namun, setiap modul robot itu sayangnya masih belum bisa bekerja secara mandiri. Terutama karena butuh asupan power dan kontrol melalui master board yang berfungsi sebagai antarmuka robot dengan komputer via USB. Selain itu, setiap modul robot juga memiliki kekuatan yang tidak terlalu besar, dengan torsi sebesar 0,8 kg/cm. Jadi, hanya objek kecil yang bisa ditanganinya.
Selain itu, menurut Spectrum (7/12), setiap modul robot juga memiliki kekuatan yang tidak terlalu besar, yakni dengan torsi sebesar 0,8 kg/cm. Jadi, saat ini, hanya objek kecil saja yang mampu ditanganinya.
Jika proyek ini berjalan, maka robot modular ini memiliki banyak potensi apalagi nantinya bisa dikembangkan lagi seperti menaruh layar di setiap permukaan dan modul tersebut bisa dibagi menjadi ke beberapa cabang. Selain itu, mereka ingin modul-modul tersebut bisa membentuk dirinya sendiri, seperti robot modular lainnya yang sudah ada.

Para peneliti tengah berdiskusi untuk menambahkan berbagai jenis modul sensor dan modul aktuator berbeda yang tentunya dapat meningkatkan kemampuan sistem secara keseluruhan tanpa meningkatkan komplektisitas dari modul itu sendiri.

 

Walau saat ini masih berupa penelitian, Ken Nagasaki yakin robot modular seperti ChainFORM ini akan segera dipergunakan, terutama oleh dunia industri, paling lama dalam satu dekade mendatang. (SKZ)

 

Video : https://www.youtube.com/watch?v=Ler01uKHhcs

 

Source :

http://www.digitaltrends.com/cool-tech/mit-researchers-chainform-robot/

https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/chainform-robot-modular-yang-bisa-dibongkar-pasang

Leave a Reply

%d bloggers like this: