[KEMAKOM News] Tiga Tim dari KEMAKOM Bertarung di Putaran Final Gemastik 10, Bounce Team Raih Juara Pertama Kategori UX.

Halo warga KEMAKOM, bertemu lagi dengan Kemakom News. Kali ini ada berita yang sangat membanggakan dari teman kita yang mengikuti lomba Gemasik 10 lho, apa itu?

Setelah mengikuti proses seleksi, tiga tim dari Kemakom yaitu dua tim di kategori Animasi, Tim Kabasaran dan CSI Animation serta satu tim di kategori Design UX,  Bounce Team, berhasil melangkah ke fase final Gemastik 10. Fase final ini diselenggarakan di Universitas Indonesia pada tanggal 1 sampai 5 November 2017 kemarin. Setelah menjalani prosesi final, Bounce Team berhasil meraih juara pertama. Prestasi ini tentu sangat membanggakan, umumnya bagi UPI dan khususnya tentu bagi Kemakom.

Lalu bagaimana perasaan para anggota tim yang telah mengharumkan Kemakom ini?

“Perasaannya sih yang pasti seneng banget bisa masuk ke babak final GEMASTIK 10 kategori UX ini dan keluar sebagai juara 1 nya.. Padahal 3 bulan yang lalu, UX adalah sesuatu hal yang asing bagi kita.  Perasaan senang bercampur haru ketika melihat animo dari seluruh elemen keluarga mahasiswa komputer yang sangat apresiatif dengan keberhasilan tim kami meraih medali emas ini. Dari mulai rekan-rekan, kakak tingkat, alumni dan bahkan dosen dosen pun ikut larut dalam kebahagiaan ini. Pokoknya bikin speechless deh”, ungkap kang Rahman, salah satu anggota Bounce Team yang berhasil menjadi juara pertama kategori UX.

Ketua tim Kabasaran, Kang Luthfi, juga mengatakan bahwa ini merupakan suatu kebanggaan, karena perjuangan saat pembuatan animasi yang cukup menghabiskan banyak tenaga berbuah hasil. Bahkan Kang Hamnur, ketua tim CSI Animation, tidak menyangka timnya bisa masuk ke babak final karena dari awal ekspektasi mereka adalah untuk mencari pengalaman saja.

Kemudian pengalaman apa aja sih yang mereka dapatkan selama menjalani proses final yang berlangsung di Universitas Indonesia?

“Kita mendapatkan pengalaman bagaimana kompetisi nasional berlangsung, bagaimana euforianya, dan kita bisa dapat temen temen baru, contohnya kita sama tim animasi lainnya buat grup untuk sharing sharing ilmu dan semacamnya”, jelas Kang Hamnur. Sementara itu Kang Luthfi menjelaskan bahwa selama mereka berada di sana, mereka tahu banyak sekali orang yang memiliki kemampuan luar biasa, jadi jangan menganggap diri yang paling hebat, karena di atas langit masih ada langit. Kemudian Kang Rahman mengatakan, “Banyak sekali pengalaman berharga yang kita dapatkan ketika final GEMASTIK 10 ini, di sana kita bertemu dengan seluruh finalis yang secara gak langsung merupakan putra-putri terbaik bangsa. Kita banyak sharing mengenai kultur mereka di univnya masing-masing dan menyaksikan secara langsung karya-karya luar biasa dari mereka, yang mana itu semua cukup menyadarkan bahwa kita masih jauh tertinggal. Banyak sekali ilmu (hardskill maupun softskill) yang perlu kita kuasai untuk bisa bersaing dan survive di dunia IT”.

 

Dan terakhir, bagaimana sih tips dan trik supaya masuk ke babak final Gemasitk?

Kang Luthfi mengatakan, “Tips nya simpel aja, yaitu tekad kuat, hubungan antar anggota tim harus baik dan kompak”. Sementara itu Kang Hamnur menjelaskan bahwa tips utamanya yaitu projek yang kita buat harus disesuaikan dengan tema yang diusung oleh panitia Gemastik, selain itu kita juga harus mencari pembimbing yang enak untuk diajak berdiskusi.

“Untuk tips and trik, yang pasti kita harus cari tau dulu bidang lomba yg kita ikuti itu kayak gimana sih? UX itu apa? Dan gimana kriteria juara UX tahun sebelumnya? Jadi kita emang bener bener ngereview dulu sampai menemukan indikator indikator yang bisa bikin kita lolos tahap selanjutnya. Selanjutnya yaitu menentukan IDE yang sesuai dengan masalah yang benar benar deket sama keseharian kita yang bisa diselesaikan dengan TIK. Dan masalah tersebut harus didukung dengan fakta dan data bukan berupa opini. Kemudian, kesesuaian IDE dengan TEMA juga sangat penting sekali, kebetulan tema GEMASTIK 10 adalah TIK sebagai Pemersatu Bangsa, jadi kita mengusung ide untuk membuat aplikasi belajar bahasa daerah bernama BRADA. Dan berhubung kita baru pertama kali ikut kategori lomba ini, kita perlu banyak bimbingan. Kita pernah ikut workshop UX di ITB. Meski pembimbing kita itu Pak Yudi, tapi kita tetep diskusi dengan beberapa dosen lain seperti Bu Enjun, Pak Yaya bahkan kita bimbingan sama kakak-kakak alumni yang ahli bidang UI/UX seperti kang Gilang, kang Tommy dan kang Banyu. Selanjutnya.. Yah pasti belajar sungguh-sungguh. Dan teliti terhadap kriteria penilaian juri. Dan yang paling penting, punya tim yang SOLID dan bisa saling melengkapi kekurangan kita masing-masing”, demikian jelas Kang Ramhan.

Luar biasa bukan? Sekali lagi selamat kepada Bounce Team, Tim Kabasaran dan CSI Animation yang telah mengharumkan nama Kemakom dengan prestasi yang telah dicapai. Semoga kita bisa mengikuti jejak mereka ya!

%d bloggers like this: